Potretku di Purnama Kelima...
L
|
angkah tenang sehabis menunaikan sholat Maghrib menyertaiku. Kulihat
dibalik awan kelabu diufuk timur sana diam-diam sang purnama mewujudkan diri. Baru
kusadari kehadirannya menyinari semesta raya. Saat kutatap lekat, dia malu-malu
dan bersembunyi lagi dihalangi awan yang seolah iri akan sikap yang kutampilkan
untuk sang putri malam.
Kubuang muka jauh kearah alam persada. Angin yang semenjak
kemarin tak henti-hentinya berdzikir menyapa wajahku. Sejuk kurasa. Kuarungi
lagi langkahku hingga menapaki Tanah Jao.
Tak terasa, sudah purnama kelima kuadaptasikan diri di kota Hujan ini.
“Ondeh... alah limo
bulan se waang digantau urang mah Da!”
Keterkejutan Uni-ku
ketika kuhubungi via ponsel sore
tadi. Yap, lima bulan sudah kuditerima sebagai anggota baru di daerah ini. Ah,
cepatnya...
Hmm...
Lima bulan, bisa dibilang bukan waktu yang sebentar. Lama, Mens! Seharusnya sudah banyak asam garam
yang kuperoleh selama pertualangan yang kulakukan ini. Apalagi perjalanan ini
tidak hanya bermanfaat untuk diriku sendiri tapi juga buat “semuanya”
InsyaAllah.
Salahkah aku?
Memanglah, kuakui aku kurang disiplin beberapa waktu
belakangan. Banyak alasan yang diuraikan oleh diriku yang semestinya itu tidak
terjadi (ah,,, lemahnya aku).
Tak sedikit targetan yang ingin kuraih terkubur bersama waktu
yang kubuang percuma. Ini kelalaianku. Sungguh... sesalku.
Sehari menulis belum terealisasi maksimal, hafalan Al-Qur’anku
tak bertambah-tambah, bacaanku masih seperti semula belum mengalami
peningkatan, Waktu yang ada sering kutunda-tunda. Oh... padahal ini telah
purnama kelima.
Beginilah potretku di purnama kelima di Bogor Raya. Kapankah
perubahan kearah yang baik itu terjadi, kalau diriku tak memulainya hari ini
dan detik ini?
Baiklah, kulawan musuh berat dalam diri ini. Ku yakin kubisa.
Yap... Bismillah...۩
Leave a Comment